Kamis, 10 Oktober 2013

penyusunan review book



PENYUSUNAN REVIEW BOOK
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu: M. RIKZA CHAMAMI, M. SI.





Disusun oleh :
Nia Muflichana                       123311034
Rizal Pallevi                            123311036
Sandi Milzam Fortuna                        123311037



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2013
I.         PENDAHULUAN
Resensi buku acap kali kita temukan dalam berbagai media cetak.Menulis resensi sebenarnya muah. Namun, sebelum meresensi, semestinya seseorang memahami dasar-dasar menulis resensi seperti yang dianjurkan oleh Samsul (2003), yaitu: pertama, memahami atau menangkap tujuan (maksud) pengarang dengan karya yang dibuatnya. Berhasil atau tidaknya kita menangkap tujuan dari sang penulis akan menentukan bagus atau tidaknya resensi kita.
Kedua, memiliki tujuan dalam membuat reensi buku.Seperti dasar menulis artikel pada umumnya, sebuah tulisan harus didasarkan sebuah tujuan.Begitu juga dengan resensi. Tujuan itu bisa berupa mengajak orang-orang untuk ikut membaca buku itu, ataupun bisa sebagai kritik dan masukan bagi sang penulis.
Ketiga, harus mengenal atau mengetahui selera dan tingkat pemahaman dari para pembaca. Sebuah resensi buku Das Kapital-nya Karl Marx tidak akan sesuai untuk pembaca koran lokal. Dengan memahami selera dan tingkat pemahaman pembaca media massa yang dituju, kita dapat menyesuaikan pemilihan buku dan gaya tulisan yang dapat diterima mereka.
Keempat, mempunyai pengetahuan dan menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan sebagai tolok ukur ketika mengemukakan keunggulan dan kelemahan buku. Menguasai berbagai pengetahuan akan mempermudah kita menulis resensi  yang memadai sesuai dengan kategori buku tersebut. Seperti menulis resensi tentang ekonomi tentunya kita harus mempunyai wawasan dan pengetahuan mengenai bidang tersebut.
Kelima, jadilah pengamat buku sekaligus kolektor buku. Bagus atau tidaknya sebuah buku akan relative berbeda tiap orang. Memberikan perbandingan dengan buku lain akan mempermudah kita dan pembaca dalam menentukan tolak ukur kadar kualitas buku yang diresensi.
Resensi buku/ review book juga mempunyai pengertian, tujuan adanya penulisan resensi buku, ruang lingkup resensi buku, langkah-langkah penyusunan resensi buku. Yang akan di jelaskan dalam bab resensi buku di bawah ini.


II.      RUMUSAN MASALAH
A.       Apa Pengertian Review Book?
B.       Apa Tujuan Penulisan Review Book?
C.       Bagaimana Ruang Lingkup Review Book?
D.       Apa saja Langkah-langkah Penyusunan Review Book?
E.        Seperti apakah Contoh dari Review Book?


III.   PEMBAHASAN
A.       Pengertian Review Book/ Resensi Buku
Kata resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang timbangan buku atau wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat di dalam suatu buku. Namun makna kata resensi akhir-akhir ini meluas dan tidak hanya penilaian terhadap kualitas suatu buku. Oleh sebab itu, kata resensi dewasa ini diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya buku (fiksi dan nonfiksi), pementasan film drama atau music dengan cara mengungkapkan segi keunggulan dan kelemahan secara objektif.[1] Resensi dapat juga diartikan sebagai suatu penjelasan, kupasan, komentar, interpretasi, atau kritik mengenai suatu hal, khususnya karya tulis ilmiah. Resensi merupakan pertimbangan nilai dan makna buku yang dalam pembahasannya lebih dititikberatkan pada pertimbangan ilmiah yang dilengkapi dengan sejumlah argumentasi.[2]
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa resensi merupakan salah satu upaya menghargai tulisan atau karya orang lain dengan cara memberikan komentar secara objektif. Di dalam hal ini harus dihindari sejauh mungkin sifat subjektivitas penulis resensi terhadap bahan yang akan diresensi atau rasa senang dan tidak senang terhadap seseorang. Selain itu penulisan resensi harus memiliki wawasan yang cukup tentang bahan yang akan diresensi sangat dalam dan mengena pada sasaran penimbangan suatu karya.[3]
Merensensi buku adalah kegiatan dengan memberikan peniliaian terhadap sebuah buku, menginformasikan data buku kepada masyarakat melalui media massa (cetak atau elektronik).[4]
B.  Tujuan Resensi
Menulis resensi sebagai salah satu upaya memperkenalkan suatu buku atau pementasan kepada orang lain yang belum membaca atau belum menyaksikan sehingga setelah membaca resensi orang tersebut tergerak hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain. Dari hal ini maka tujuan meresensi menjadi meluas, diantaranya sebagai salah satu promosi suatu karya kepada khalayak yang belum mengetahui karya tersebut.Dari hal ini maka kita mengenal selain resensi buku dikenal juga resensi film, resensi drama, pementasan, music dan sebagainya.

Adapun beberapa tujuan penulisan resensi adalah sebagai berikut:
1.        Menimbang agar buku atau suatu pementasan memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum membacanya atau menyaksikannya serta dari orang-orang yang membutuhkannya.
2.        Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu buku atau pementasan sehingga penilaian itu diketahui khalayak.
3.        Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan ilmu pengarang (untuk buku) dan kesesuaian karakterisasi tokoh, penokohan, setting (untuk pementasan) dengan bahan yang ditulisnya atau sajian pementasan.
4.        Menghargai ke unggulan dari suatu penulisan buku/ penyajian pentas.
5.        Mengungkapkan kelemahan suatu penulisan dan sistem penulisan/ alur pementasan.
6.        Memberikan pujian atau kritikan (yang konstruktif) terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra (untuk buku fiksi) karya tulis seseorang terhadap segala unsur pementasan.[5]
7.        Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
8.        Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenung, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problem yang muncul dan sebuah buku.[6]
Dari tujuan-tujuan tersebut diharapkan dapat memperjelas pengertian resensi dan dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya menulis resensi itu. Hal lain yang perlu diingat adalah publikasi karya tersebut. Oleh karena resensi diharapkan dapat diketahui oleh masyarakat banyak, maka tulisan resensi itu biasanya dimuat di media massa.

C.  Ruang Lingkup Review Book
Bentuk resensi yang paling popular adalah resensi buku atau timbangan buku. Resensi buku merupakan salah satu cara membudidayakan minat baca terhadap buku baru. Untuk meresensi buku, pertama-pertama peresensi harus membaca buku itu sampai selesai dan memahami isinya.
Bagian yang ada didalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian peresensi terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku itu secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut. Identitas keseluruhaan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut, judul buku, buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit, tahun tertib, kota tertib, ukuran buku, jumlah halaman, dan jumlah buku tersebut. Data ini akan memberikan gambaran yang jelas sekali terhadap pembaca resensi yang tertarik untuk mengetahui atau memiliki buku tersebut.
Pada uraian jenis buku, peresensi mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yang terdapat didalam buku itu.Misalnya dikenal jenis-jenis buku fiksi dan nonfiksi, buku ilmiah dan buku nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak dewasa, orang tua, buku keagamaan, psikologi, dan sebagainya.Dari uraian ini jelaslah bahwa pengelompokan jenis buku bertolak dari klasifikasi buku itu dan titik pandang peresensi terhadap isi buku tersebut.[7]
Dalam mengungkapkan bagian uraian atau kutipan singkat buku tersebut dapat dilakukan dengan membuat sesuatu ikhtisar yang menjadi ide sentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika peresensi memahami seluruh isi buku itu dan menghubungkannya dengan judul buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi bukupun dapat digunakan dengan mengisi bagian ini, terutama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh peresensi tetapi bukan menginterprestasikannya.
          Kualitas suatu buku bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapat diunggulkan dari bagian isi buku tersebut dan bagian yang melemahkannya dengan wawasan yang sangat luas dan sikap objektifitas tinggi.Pada bagian ini dapat pula dimasukan kritik terhadap isi buku.
          Bagian yang tidak kalah pentingnya yaitu berupa ajakan kepada pembaca yang belum memilki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dan dipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.Dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu peresensi berusaha mengajak atau menyarankan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku yang telah diresensinya.
          Sementara itu judul yang digunakan merupakan gambaran dan kesan dari isi buku itu secara keseluruhan atau ciri khas dari buku yang diresensi agar tampak lebih menonjol eksistensi isi buku tersebut.Dapat dikatakan pula bahwa isi judul tulisan resensi adalah “nama” atau julukan yang diberikan oleh seorang peresensi terhadap buku yang diresensinya.[8]

D.  Langkah-langkah Menyusun Review Book
Pada saat membuat dan menyusun resensi resentator harus betul-betul menguasai dan mengetahui bahan yang akan diresensi. Dengan demikian karangan resensi tidak hanya mengungkapkan segala sesuatu yang terdapat di dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenisnya. Begitu pula dengan penulis harus memperkaya isi tulisan. Caranya yaitu, yang pertama, menggali informasi melalui bahan bacaan. Kedua, melakukan pengamatan atau penggalian terhadap fenomena kehidupan, baik secara langsung maupun melalui media audiovisual.[9] Kemampuan menggunakan kosakata dan istilah yang tepat, kemahiran menyusun kalimat efektif, dan kecekatan menuliskannya ke dalam paragraf yang baik mutlak dimiliki oleh penulis.[10] Guna memberi gambaran yang semakin jelas tentang resensi, berikut ini akan diuraikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari peresensi.

Ada yang perlu diperhatikan dari resensi, antara lain:
1.        Peresensi harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan menanggalkan sepenuhnya sikap subjektifitas.
2.        Peresensi mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi
3.        Peresensi harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang diresensi.
4.        Peresensi harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resentator dengan penulis buku tersebut
5.        Peresensi haus mengungkapkan data berupa bagian atau unsur-unsur yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihubung-hubungkan antara keduanya oleh pembaca
6.        Peresensi harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang diresensi, yaitu dengan cara mengetahui dengan jelas tujuan dan arah penulis atau penyaji karya tersebut.

Dengan memahami beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang peresensi, diharapkan akan membantu memberikan arah dan gambaran didalam membuat resensi. Kadang-kadang memang terasa sulit sekali jika akan memulai membuat resensi tanpa mengetahui apa yang harus dikerjakan dan bagaimana seharusnya menulis resensi.[11]
E.  Contoh Review Book atau Resensi Buku 
              Untuk memperjelas pemahaman ihwal resensi, dibawah ini akan diberikan contoh karangan resensi buku Ekonomika Industri Indonesia karya Mudrajad Kuncoro yang dimuat di Kompas edisi 29 Juli 2007. Resensi ini ditulis oleh Luhur Fajar Martha (2007).
Resensi Buku Ekonomi Industri Indonesia: Menuju Negara Industri Baru 2030

Judul Buku    : Ekonomika Industri Indonesia
Penulis            : Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc
Penerbit          : Penerbit Andi
Tebal              : 492 halaman
Harga              : Rp 108.000,00

Visi Pembangunan Indonesia: Menuju 2030
Penulis buku ini menulis pendahuluan resensinya dengan menyebut visi Indonesia 2030 atas gagasan dari Yayasan Indonesia Forum. Visi Indonesia 2030 telah diumumkan pada Maret 2007 lalu. Angan-angan untuk menjadikan Indonesia sebgai negara maju ini membuat banyak akademisi ataupun ilmuwan, suka atau tidak suka, terbawa di dalamnya.
Mudrajad memotret persoalan dan dinamika industrialisasi di Indonesia, yang masih termasuk ke dalam kelompok negara-negara berkembang, dalam lingkup ilmu ekonomi. Secara kritis, peresensi menyoroti tentang buku ini yang dinilai menggunakan kerangka I-O (Industrial Organization) yang populer digunakan untuk menjelaskan bagaimana industri bekerja. Di sinilah, Mudrajad menyampaikan perspektif yang berbeda dengan pendekatan konvensional.

Pendekatan Spasial
Kerangka Industrial Organization yang konvensial diberlakukan pada tingkat perusahaan dengan kondisi persaingan tidak sempurna, yang terlatak di antara persaingan sempurna dan monopoli murni. Ini membuat kajian teoretis dalam ekonomi industri lebih realistis. Persaingan sempurna terjadi saat pasar diisi oleh cukup banyak produsen dan konsumen sehingga mereka hanya dapat menerima harga yang berlaku. Saat hanya satu produsen menguasai pasar, terjadi kondisi yang disebut monopoli murni.
Persaingan sempurna dihindari produsen karena keuntungan ekonomi yang mereka peroleh nol. Sementara itu, monopoli murni direstriksi dengan undang-undang karena menghasilkan rente ekonomi yang terlalu besar bagi produsen. Meski kita masih menemukan kedua kondisi itu, yang sering terjadi adalah persaingan tidak sempurna.
Dalam persaingan tidak sempurna, kita dihadapkan pada kemungkinan munculnya kolusi atau justru persaingan antarprodusen. Kolusi sistematis dapat sangat merugikan konsumen, namun persaingan yang tidak terkendali dapat menyebabkan produsen bangkrut. Interaksi, baik kolusi maupun persaingan antarprodusen, menjadi persoalan dilematis.
Pendekatan yang populer dalam I-O (Industrial Organization) adalah SCP (Structure Conduct Performance) yang digagas oleh Mason, ekonom dari Harvard University, akhir 1930-an. Ia mengembangkan pembahasan Chamberlin tentang kekuatan monopoli.
Pendekatan Mason menempatkan struktur pasar di satu sisi dan perilaku produsen yang berpengaruh pada keberhasilan pasar mencapai kesejahteraan umum di sisi lainnya. Setelah empat decade menjadi arus utama, pendekatan ini mulai menghadapi kegaagalan karena tidak mampu mengakomodasi interaksi antarprodusen.
Beberapa ekonom dari University of Chicago, seperti Posner, Bork, dan Peltzman, berusaha memperbaiki kelemahan itu. Namun, mereka juga belum mampu merumuskan interaksi antarprodusen dalam “bahasa” yang tepat. Hingga akhirnya Schelling, Selten, dan Harsanyi memberi kontribusi penting yang memungkinkan teori permainan menjadi sebuah “bahasa” dalam memodelkan interaksi tersebut. Mereka mengembangkan pemikiran yang digagas oleh Von Neumann, Morgenstern, dan Nash. Kini, interaksi antar produsen yang diterjemahkan ke dalam teori permainan menjadi pendekatan yng biasa digunakan dalam pembahasan Industrial Organization.
Awalnya, Mudrajad masih menggunakan pendekatan structure-conduct-performance. Namun, ia kemudian mengesampingkan interaksi antarprodusen dan menawarkan pendekatan spasial. Di sini, spasial diartikan sebagai ruang yang mengacu pada aspek geografis atau daerah di mana industri kemudian dibangun.
Mudrajad berargumen bahwa ilmu ekonomi arus utama cenderung mengabaikan dimensi spasial. Padahal, pengelompokan industri secara geografis berperan penting untuk menstimulasi sektor yang memiliki keunggulan kompetitif. Kondisi ini mendorong terbentuknya konsentrasi spasial dalam industri.
Meski perkembangan terkini I-O menggunakan teori permainan, belakangan popular dikembangkan teori neoklasik, keperilakuan, dan radikal. Teori neoklasik mengasumsikan adanya persaingan sempurna dan fair sehingga terjadi efisiensi, yang didukung oleh informasi dan rasionalitas sempurna untuk menetapkan lokasi optimal yang memaksimalkan keuntungan.
Teori keperilakuan menekankan adanya perbedaan dalam tujuan, preferensi, pengetahuan, kemampuan, dan rasionalitas dari pengambil keputusan terkait dengan penetapan lokasi industri. Teori ini mencoba membuat teori neoklasik lebih realistis dengan mengakomodasi isu preferensi local dan struktur industri.
Teori yang terakhir, teori radikal, menyatakan bahwa persaingan tidak secara otomatis menjamin hasil yang secara sosial diinginkan, bahkan menciptakan ketidakstabilan dan persaingan tidak sehat. Kondisi ekonomi politik sangat berpengaruh terhadap penetapan lokasi industri.

Teoretis dan Pragmatis
Pada bagian akhir bukunya, Mudrajad menyatakan bahwa pemerintah saat ini mempunyai peluang emas untuk membuat beberapa perubahan mendasar. Pertama, menjadikan investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, bukan lagi konsumsi.
Kedua, menjadikan birokrat di pusat dan daerah sebagai fasilitator bagi dunia binis. Kemudian, yang ketiga adalah membuat rencana reformasi yang komprehensif dan berjangka menengah, setidaknya lima tahun mendatang.
Guru besar yang juga terlibat dalam perancangan pembangunan kompetensi inti daerah ini menyimpulkan pentingnya kebijakan yang lebih mendukung indutrialisasi berperspektif spasial. Artinya, pemerintah seharusnya mulai mengatur penempatan industri sehingga bisa dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya produktif di daerah.
Ada yang kurang lengkap jika membicarakan pembangunan industri berperspektif spasial tanpa memberi perhatian pada interaksi antardaerah. Interaksi yang bisa menjadi kekuatan pembangunan nasional belum ditempatkan sebagai strategi.
Sebagaimana dinyatakan dalam hukum pertama geografi Tobler: Segala sesuatu terkait dengan sesuatu lainnya, tetapi keterkaitannya semakin tinggi jika jaraknya semakin dekat. Selain secara fisik, jarak juga bisa didefinisikan sebagai transaksi atau hubungan ekonomi antardaerah. Tanpa dipayungi dengan pembangunan nasional, industri-industri daerah yang kuat belum tentu membawa kesejahteraan bersama. Kondisi ini berpotesi memicu penguatan sentimen kedaerahan jika tidak ditangani secara baik.
Peresensi memberi beberapa kritik tajam terhadap buku ini. Pertama, pemaparan yang kurang tuntas, baik dari sisi teori maupun terapan, memunculkan keambiguan apakah buku Ekonomika Industri Indonesia ditujukan untuk menjabarkan ilmu ekonomi industry atau menawarkan perspektif baru bagi pembangunan industri nasional.
Kedua, di satu sisi, paparan teoretis yang dimunculkan masih terkesan sekadar menjadi pelengkap agar karakter ilmiah ilmiah buku ini tidak hilang. Di sisi lain, penjelasan pragmatis yang didukung dengan penelitian empiris belum dirangkai menjadi kesatuan kesimpulan yang saling menguatkan.

Menuju 2030
Sebagai kritik ketiga, Mudrajad yang meraih gelar doctor di bidang manajemen memang telah menawarkan jalan alternative untuk membangun industry nasional. Meski demikian, ia tidak secara tegas menyatakan bahwa Indonesia bisa menjadi negara industry pada 2030 mendatang.
Keinginan menjadikan Indonesia sebagai negara industry mungkin baik. Akan tetapi, rasanya kita perlu merenungkan kisah yang diteulis Frederic Bastiat, The Broken Window, pada tahun 1850.
Kira-kira demikian kisahnya. Seorang ayah mendapati putranya memecahkan sebuah kaca jendela. Awalnya, orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu bersimpati kepada sang Ayah, yang harus membayar enam franc untuk mengganti kaca yang pecah. Namun, kemudian mereka berpikir bahwa mungkin kaca jendela yang pecah baik untuk bisnis kaca.
Bastiat menulis, “Itulah yang terlihat”. Perusakan mendorong peningkatan bisnis kaca jendela. Kemudian, Bastiat bertanya, “Apa yang tidak terlihatt?” Bastiat menunjukkan bahwa sang Ayah tidak lagi memiliki enam franc untuk membeli sepatu atau hbuku untuk perpustakaannya.
Visi Indonesia 2030 dinyatakan oleh penggagasnya dibangun dengan rasa optimisme yang rasional dalam memandang masa depan yang lebih baik. Didalamnya, terdapat sinergi tiga komponen, yaitu pengusaha, birokrat, dan akademisi. Kita sudah melihat pengusaha yang menjadi birokrat, atau sebaliknya. Juga akademisi yang menjadi birokrat, atau sebaliknya. Semoga para akademisi tidak berniat menjadi pengusaha.[12]

IV.   KESIMPULAN
Merensensi buku adalah kegiatan dengan memberikan peniliaian terhadap sebuah buku, menginformasikan data buku kepada masyarakat melalui media massa (media cetak atau elektronik).
Menulis resensi sebagai salah satu upaya memperkenalkan suatu buku atau pementasan kepada orang lain yang belum membaca atau belum menyaksikan sehingga setelah membaca resensi orang tersebut tergerak hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain. Dari hal ini maka tujuan meresensi menjadi meluas, diantaranya sebagai salah satu promosi suatu karya kepada khalayak yang belum mengetahui karya tersebut.Dari hal ini maka kita mengenal selain resensi buku dikenal juga resensi film, resensi drama, pementasan, music dan sebagainya.
Dengan tujuan-tujuan penulisan risensi diharapkan dapat memperjelas pengertian resensi dan dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya menulis resensi itu. Hal lainyang perlu diingat adalah publikasi karya tersebut. Oleh karena itu resensi diharapkan dapat diketahui oleh masyarakat banyak, maka tulisan resensi itu biasanya dimuat di media massa.
Bentuk resensi yang paling popular adalah resensi buku atau timbangan buku. Resensi buku merupakan salah satu cara membudidayakan minat baca terhadap buku baru.Pada saat membuat dan menyusun resensi resentator harus betul-betul menguasai dan mengetahui bahan yang akan diresensi. Dengan demikian karangan resensi tidak hanya mengungkapkan segala sesuatu yang terdapat di dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenisnya. Begitu pula dengan penulis harus memperkaya isi tulisan.
Dengan memahami beberapa hal langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh seorang peresensi, diharapkan akan membantu memberikan arah dan gambaran didalam membuat resensi. Kadang-kadang memang terasa sulit sekali jika akan memulai membuat resensi tanpa mengetahui apa yang harus dikerjakan dan bagaimana seharusnya menulis resensi.

V.      PENUTUP
Demikian makalah yang telah kami susun, semoga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi pemakalah pada khususnya.Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Kuncoro Mudrajad, Mahir Menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi Buku, Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2009.
Nurudin, Kiat Meresensi Buku di Media Cetak, Jakarta: Murai Kencana, 2009.
DjuharieO Setiawan, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, Bandung: Yrama Widy, 2001.
Sukino, Menulis Itu Mudah, Yogyakarta: Pustaka Populer LKiS, 2010.
          Sugihastuti, Bahasa Laporan Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000
           Komaruddin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006




BIODATA SINGKAT PENULIS

1.        Nama                             : Nia Muflichana
NIM                              : 123311034
       Jurusan                          : Kependidikan Islam
       Tempat, Tanggal Lahir  : Jepara, 06 Juni 1993
       Alamat                          : Jl. Walisongo no. 34 Rt 01 Rw 01 Jrakah Tugu Semarang
       Pendidikan                    :
-       TK                       : RA Al-Hidayah Margoyoso
-       SD/MI                 : SD Nurul Islam Purwoyoso
-       SMP/MTs            : KMI Pondok Darussalam
-       SMA/MA/SMK  : KMI Pondok Darussalam
-       S-1                       : IAIN Walisongo Semarang
       E-mail                            : nia.muflichana@yahoo.com
       HP                                 : 085712129590


BIODATA SINGKAT PENULIS

2.        Nama                             : Rizal Pallevi
NIM                              : 123311036
       Jurusan                          : Kependidikan Islam
       Tempat, Tanggal Lahir  : Kendal 06 Oktober 1994
       Alamat                          : Ds. Jambearum Rt 04 Rw 02 Patebon Kendal
       Pendidikan                    :
-       TK                       :
-       SD/MI                 : SD Negeri 02 Purwosari
-       SMP/MTs            : SMP Negeri 03 Patebon
-       SMA/MA/SMK  : MA Negeri Kendal
-       S-1                       : IAIN Walisongo Semarang
       E-mail                            :
       HP                                 : 0857410910801


BIODATA SINGKAT PENULIS

3.        Nama                             : Sandi Milzam Fortuna
NIM                              : 123311037
       Jurusan                          : Kependidikan Islam
       Tempat, Tanggal Lahir  : Semarang, 05 Mei 1994
       Alamat                          : Tugurejo Rt 08 Rw 03 Tugurejo Tugu Semarang
       Pendidikan                    :
-       TK                       : TK PGRI Ngaliyan
-       SD/MI                 : SD Nurul Islam Purwoyoso
-       SMP/MTs            : MTs NU Nurul Huda Mangkang Kulon
-       SMA/MA/SMK  : SMK Negeri 4 Semarang
-       S-1                       : IAIN Walisongo Semarang
       E-mail                            : sandimilzam@yahoo.co.id
       HP                                 : 085641314391


[1] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001) hlm.21

[2] Prof. Komaruddin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006) hlm. 282
[3] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001) hlm.21
[4] Nurudin, Kiat Meresensi Buku di Media Cetak, (Jakarta: Murai Kencana, 2009) hlm. 5
[5] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001) hlm.21-22
[6] Nurudin, Kiat Meresensi Buku di Media Cetak, (Jakarta: Murai Kencana, 2009) hlm. 5
[7] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001) hlm.22-24
[8] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001)    hlm. 24-25
[9] Sukino, Menulis Itu Mudah, (Yogyakarta: Pustaka Populer LKiS, 2010) hlm. 28
[10] Dra. Sugihastuti, M.S, Bahasa Laporan Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000) hlm. 81
[11] O. Setiawan Djuharie, Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, (Bandung: Yrama Widy, 2001)    hlm. 23
[12] Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D, Mahir Menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi Buku, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2009) hlm.102-105

Tidak ada komentar:

Posting Komentar