Kamis, 14 Mei 2015

PROPOSAL



PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI BAGI SISWA DI SEKOLAH ALAM AULIYA KENDAL JAWA TENGAH

Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Metodologi Penelitian Pendidikan 
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur, NC. M.Ag

 

Disusun Oleh:


Nia Muflichana                       123311034



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015






A.    LATAR BELAKANG
Buku adalah sumber ilmu, sedangkan perpustakaan adalah gudangnya ilmu. Demikian ungkapan yang sering kita dengar dari mulut guru-guru kita untuk menggambarkan betapa pentingnya perpustakaan bagi dunia pendidikan.
Menurut Undang-Undang Perpustakaan nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 ayat 1 “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.”[1]
Salah satu prioritas pembangunan dibidang pendidikan dengan pemanfaatan perpustakaan oleh siswa secara berkelanjutan sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaraan yang diselenggarakan oleh instansi pendidikan sekolah. Upaya penyelengaraan perpustakaan sekolah merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses  belajar proses belajar mengajar.[2]
Perpustakaan merupakan pusat interaksi siswa dengan buku, sehingga perpustakaan sangat penting dalam proses belajar. Kenyamanan dan kelengkapan koleksi buku adalah syarat mutlak untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar siswa. Sehingga diperlukan pengelolaan perpustakaan yang serius mengenai penataan perpustakaan. Karena hal ini mempengaruhi minat belajar siswa terutama dalam hal menumbuhkan kemampuan literasi informasinya. 
Dalam undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bab 1 ayat 23 disebutkan bahwa “sumber daya pendidikan adalah sebagai segala sesuatu yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik, masyarakat, dana, sarana dan prasarana”. Tidak disebutkan dengan jelas komponen apa saja yang dimaksud dengan sarana prasarana. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 2 Tahun 1989 pasal 35), dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar adalah perpustakaan.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang amat penting harus diselenggarakan secara efektif dan efisien. Lebih-lebih jika kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini sedemikian pesatnya, maka peran perpustakaan sebagai sumber informasi sangat kuat dan mutlak diperlukan di sekolah. Sedemikian pentingnya perpustakaan, sehingga di ibaratkan sebagai jantung pendidikan yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang langsung mempengaruhi hasil pendidikan.
Jadi, yang dimaksud dengan perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku (non book material) yang diorganisasi secara sistematis dalam suatu ruang sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.[3]
Berikut ini terdapat beberapa butiran penting bagi pengembangan literasi, literasi informasi, pengajaran, pembelajaran dan kebudayaan serta merupakan jasa inti perpustakaan sekolah : [4]
·      Mendukung dan memperluas sasaran pendidikan sebagaimana digariskan dalam misi dan kurikulum sekolah
·      Mengembangkan dan mempertahankan kelanjutan anak dalam kebiasaan dan keceriaan membaca dan belajar, serta menggunakan perpustakaan sepanjang hayat mereka
·      Memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam menciptakan dan menggunakan informasi untuk pengetahuan, pemahaman, daya pikir dan keceriaan
Adapun definisi dari literasi informasi adalah kemampuan yang diperlukan seseorang untuk mengenali kapan informasi diperlukan dan memiliki kemampuan menemukan, menilai, dan menggunakannya secara efektif informasi yang diperlukan.[5]
Oleh karena itu baik secara struktural maupun operasional perpustakaan sekolah perlu penanganan lebih serius. Akan tetapi pada kenyataannya belum seluruh sekolah di negeri ini memiliki perpustakaan yang memadahi, dan yang lebih penting adalah bagaimana agar murid memiliki kegemaran membaca dan mampu memanfaatkannya secara optimal perpustakaan yang ada berapapun sedikitnya koleksi.
Salah satu cara untuk menggali sumber ilmu pengetahuan adalah melalui buku bacaan, seharusnya siswa-siswa harus lebih gemar dalam membaca buku, untuk itu maka para pembaca hendaknya memilih buku bacaan yang bermutu yang terdapat di perpustakaan. Akan tetapi, pada kenyataannya minat membaca siswa pada masa sekarang ini, kurang mengoptimalisasikan pemanfaatan perpustakaan yang disediakan di sekolah.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis merasa sangat perlu untuk mencoba meneliti memecahkan masalah tersebut. Namun, hal ini yang ingin penulis telusuri yakni mengenai pentingnya perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi para siswa di Sekolah Alam Auliya Kendal.

B.     RUMUSAN MASALAH
Agar pembahasannya teratur dan sistematis, maka perlu di rumuskan permasalahan. Permasalahan yang menjadi fokus terbesar penulis adalah bagaimana peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa di Sekolah Alam Auliya Kendal?


C.    TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka secara operasional, tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: mengetahui peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa di Sekolah Alam Auliya Kendal.

D.    KAJIAN PUSTAKA
Manshur Hidayat (3199114), dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Membaca Buku-Buku Agama Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa SMP N 1 Wirosari Grobogan”, menyebutkan bahwa ada pengaruh positif antara minat baca buku pelajaran di perpustakaan dengan prestasi belajar siswa. Kurangnya minat baca siswa dengan memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan sedikit akan berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar siswa. Sebaliknya dengan minat baca yang lebih pada perpustakaan, baik buku umum maupun buku-buku pelajaran akan berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa hendaknya setiap anak didik diberikan suatu pembinaan atau bimbingan-bimbingan agar siswa gemar untuk membaca, baik di rumah maupun di sekolah dengan memanfaatkan perpustakaan. Untuk itu perlu diimbangi dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai yang didukung dengan petugas perpustakaan yang cakap.[6]
Nurul Faizah (3102130), dalam skripsinya yang berjudul “Studi Tentang Pengelolaan Perpustakaan Dan Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu Madrasah di MTS Negeri Kendal”. Hasil dari penelitian skripsinya bahwa setiap lembaga pendidikan khususnya sekolah dan madrasah harus memiliki perpustakaan. Hal ini mengingat pentingnya perpustakaan sampai diibaratkan sebagai “jantung pendidikan” dan mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar mengajar. Secara keseluruhan keadaan perpustakaan MTS Negeri Kendal sudah meraih standar perpustakaan yang baik. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam pengembangannya. Di sini pentingnya penekanan pada pengelolaan perpustakaan dalam rangka peningkatan mutu madrasah, di antaranya melalui penyediaan tenaga pengelola yang professional di bidang ilmu perpustakaan (pustakawan) penyediaan bahan pustaka yang lengkap dan layanan peminjaman yang memadai dan memuaskan bagi pengunjung.[7]
Rodhoatul Khomsyah (3101016), dalam skripsinya yang berjudul,“Pengaruh Perpustakaan Sekolah Terhadap peningkatan Prestasi Belajar PAI di MAN Kendal”. Menyebutkan bahwa keberadaan perpustakaan mempunyai peran besar dalam keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Prestasi belajar PAI siswa meningkat karena siswa rajin membaca buku di perpustakaan. Disebutkan juga perpustakaan sebagai sumber belajar harus menyediakan koleksi bahan pustaka, layanan peminjaman, serta layanan administrasi. Koleksi bahan pustaka yang lengkap membantu para siswa untuk lebih mendalami apa yang telah mereka pelajari di dalam kelas.[8]
Dari kajian pustaka di atas, penelitian yang akan penulis lakukan berbeda oleh peneliti sebelumnya. Ketiga penelitian sebelumnya lebih memfokuskan pada pengaruh perpustakaan sekolah terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan mutu madrasah. Sedangkan dari penelitian ini lebih memfokuskan pada peranan perpustakaan terhadap peningkatan literasi informasi bagi siswa dengan mengambil lokasi di Sekolah Alam Auliya Kendal.
    
E.     METODE PENELITIAN
1.      Objek Penelitian
Lokasi penelitian mengenai peranan perpustakaan sekolah bertempat di Sekolah Alam Auliya Kendal Jawa Tengah

2.      Jenis dan Sumber Data
a.      Jenis Penelitian
Ditinjau metodologis, penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui peranan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi di Sekolah Alam Auliya Kendal. Adapun yang dimaksud kualitatif yaitu penelitian-penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.[9] Data yang berasal dari naskah, wawancara, catatan, lapangan, dokumen dan sebagainya dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas.[10]
b.      Sumber Data
Ø  Data Primer
Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan menurut Lofland bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi lansung tentang perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal yaitu dengan cara wawancara dengan kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru/petugas perpustakaan, tata usaha perpustakaan di Sekolah Alam Auliya Kendal.
Ø  Data sekunder
Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen-dokumen resmi dari berbagai instansi pemerintah. Data sekunder juga dapat berupa majalah, buletin, publikasi dari berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi seperti kementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, studi histories, dan sebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru/petugas perpustakaan, tata usaha perpustakaan di Sekolah Alam Auliya Kendal.

3.      Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan berbagai metode sebagai berikut :
a.       Wawancara atau interview
Interview yaitu percakapan dengan maksud tertentu dilakukan dengan mengajukan pertanyaan oleh pewawancara untuk di beri jawabannya oleh yang diwawancarai.[11] Penelitian ini yang akan di wawancarai yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru/petugas perpustakaan, tata usaha perpustakaan. Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan keadaan umum perpustakaan sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa di Sekolah Alam Auliya Kendal.
b.      Dokumentasi
Dokumentasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mencari data-data autentik yang bersifat dokumenter, baik data itu berupa catatan harian, transkip, agenda, program kerja, arsip, memori.[12] Sumber dokumentasi ialah sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen resmi, pribadi dan tidak resmi, dengan melihat dokumen-dokumen yang ada di Sekolah Alam Auliya Kendal. Peneliti dapat memperoleh informasi jumlah petugas perpustakaan, buku-buku, rak, meja, kursi, tata tertib di perpustakaan, serta kegiatan yang bersifat dokumen sebagai bukti penguat penelitian.
c.       Metode observasi (pengamatan)
Mengamati yaitu menatap kejadian, gerak atau proses dari objek. Metode observasi merupakan  studi yang disengaja atau sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala dengan jalan pengamatan dan pencatatan. Penelitian ini penulis mengobservasi tentang hal-hal mengenai kepustakaan dan letak geografis dari perpustakaan di Sekolah Alam Auliya Kendal.

4.      Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan ide yang disarankan oleh data.[13]
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Miles and Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.[14]
Tiga langkah meliputi:
a.       Data reduction (Reduksi data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, kemudian dicari tema dan polanya. Reduksi data dimaksudkan untuk menentukan data ulang sesuai dengan permasalahan yang akan penulis teliti, dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Disini data mengenai perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal yang diperoleh dan terkumpul, baik dari hasil penelitian lapangan/kepustakaan kemudian dibuat rangkuman.
b.      Data display (Penyajian data)
Penyajian data adalah suatu cara merangkai data dalam suatu organisasi yang memudahkan untuk membuat kesimpulan atau tindakan yang diusulkan.[15] Sajian data dimaksudkan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian tentang perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal. Artinya data yang telah dirangkum tadi kemudian dipilih. Sekiranya data mana yang diperlukan untuk penulisan laporan penelitian.
c.       Conclusion drawing/verification
Langkah ketiga yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan ini akan diikuti dengan bukti-bukti yang di peroleh ketika penelitian dilapangan. Verifikasi data dimaksudkan untuk penentuan data akhir dari keseluruhan proses tahapan analisis, sehingga keseluruhan permasalahan mengenai perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal dapat dijawab sesuai dengan kategori data dan permasalahannya.










[1] Undang-Undang Tentang Perpsutakaan nomor 43 tahun 2007
[2] Dian Sinaga, Mengelola PerpustakaanSekolah, (Bandung: Bejana, 2009),  hlm. 15

[3] Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011), hlm. 5
[4]Dady P. Rachmananta, dkk, Pedoman Perpustakaan Sekolah IFLA/UNESCO, (Jakarta : IFLA, 2006), hlm. 33
[5] Modul perkuliahan oleh Bapak dosen Miswan, SIP, M.Ag
[6] Manshur Hidayat (3199114), “Pengaruh Membaca Buku-Buku Agama Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa SMP N 1 Wirosari Grobogan”, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2004)
[7] Nurul Faizah (3102130), “Studi Tentang Pengelolaan Perpustakaan Dan Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu Madrasah di MTS Negeri Kendal”, (Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2007)
[8] Rodhoatul Khomsyah (3101016), “Pengaruh Pengelolaan Perpustakaan Dan Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu Madrasah di MTs Negeri Kendal”, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang 2006).

[9] Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), cet. I, hlm. 4.
[10] Sudarto, Penelitian Filsafat, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 66.
[11] Lexy, Y. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2002), hlm. 135
[12] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), hlm. 231
[13] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,...hlm. 231
[14] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2010), hlm.  336 – 337
[15] Mohammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1993), hlm. 167

Tidak ada komentar:

Posting Komentar