PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI
INFORMASI BAGI SISWA DI SEKOLAH ALAM AULIYA KENDAL JAWA TENGAH
Guna
Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur, NC. M.Ag
Disusun Oleh:
Nia Muflichana 123311034
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
A.
LATAR BELAKANG
Buku adalah sumber ilmu, sedangkan
perpustakaan adalah gudangnya ilmu. Demikian ungkapan yang sering kita dengar
dari mulut guru-guru kita untuk menggambarkan betapa pentingnya perpustakaan
bagi dunia pendidikan.
Menurut Undang-Undang Perpustakaan
nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 ayat 1 “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya
cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna
memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi
para pemustaka.”[1]
Salah satu prioritas pembangunan dibidang pendidikan dengan pemanfaatan
perpustakaan oleh siswa secara berkelanjutan sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaraan yang diselenggarakan oleh instansi pendidikan sekolah. Upaya penyelengaraan perpustakaan sekolah merupakan upaya untuk
memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar
proses belajar mengajar.[2]
Perpustakaan merupakan pusat interaksi siswa dengan buku, sehingga
perpustakaan sangat penting dalam proses belajar. Kenyamanan dan kelengkapan
koleksi buku adalah syarat mutlak untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan
belajar siswa. Sehingga diperlukan pengelolaan perpustakaan yang serius
mengenai penataan perpustakaan. Karena hal ini mempengaruhi minat belajar siswa
terutama dalam hal menumbuhkan kemampuan literasi informasinya.
Dalam undang-undang RI nomor 20
tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bab 1 ayat 23 disebutkan
bahwa “sumber daya pendidikan adalah sebagai segala sesuatu yang digunakan
dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik, masyarakat, dana,
sarana dan prasarana”. Tidak disebutkan dengan jelas komponen apa saja yang
dimaksud dengan sarana prasarana. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU
No. 2 Tahun 1989 pasal 35), dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang
diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar.
Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar
adalah perpustakaan.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana
pendidikan yang amat penting harus diselenggarakan secara efektif dan efisien.
Lebih-lebih jika kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
sekarang ini sedemikian pesatnya, maka peran perpustakaan sebagai sumber
informasi sangat kuat dan mutlak diperlukan di sekolah. Sedemikian pentingnya
perpustakaan, sehingga di ibaratkan sebagai jantung pendidikan yang memiliki
kemampuan dan kekuatan yang langsung mempengaruhi hasil pendidikan.
Jadi, yang dimaksud dengan perpustakaan sekolah adalah kumpulan
bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku (non book material) yang
diorganisasi secara sistematis dalam suatu ruang sehingga dapat membantu
murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.[3]
Berikut ini terdapat beberapa butiran penting bagi pengembangan
literasi, literasi informasi, pengajaran, pembelajaran dan kebudayaan serta
merupakan jasa inti perpustakaan sekolah : [4]
· Mendukung dan memperluas sasaran pendidikan sebagaimana digariskan
dalam misi dan kurikulum sekolah
· Mengembangkan dan mempertahankan kelanjutan anak dalam kebiasaan
dan keceriaan membaca dan belajar, serta menggunakan perpustakaan sepanjang
hayat mereka
· Memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam menciptakan
dan menggunakan informasi untuk pengetahuan, pemahaman, daya pikir dan
keceriaan
Adapun definisi dari literasi informasi adalah kemampuan yang
diperlukan seseorang untuk mengenali kapan informasi diperlukan dan memiliki
kemampuan menemukan, menilai, dan menggunakannya secara efektif informasi yang
diperlukan.[5]
Oleh karena itu baik secara struktural
maupun operasional perpustakaan sekolah perlu penanganan lebih serius. Akan
tetapi pada kenyataannya belum seluruh sekolah di negeri ini memiliki
perpustakaan yang memadahi, dan yang lebih penting adalah bagaimana agar murid
memiliki kegemaran membaca dan mampu memanfaatkannya secara optimal
perpustakaan yang ada berapapun sedikitnya koleksi.
Salah satu cara untuk menggali
sumber ilmu pengetahuan adalah melalui buku bacaan, seharusnya siswa-siswa
harus lebih gemar dalam membaca buku, untuk itu maka para pembaca hendaknya
memilih buku bacaan yang bermutu yang terdapat di perpustakaan. Akan tetapi,
pada kenyataannya minat membaca siswa pada masa sekarang ini, kurang
mengoptimalisasikan pemanfaatan perpustakaan yang disediakan di sekolah.
Berdasarkan permasalahan tersebut,
maka penulis merasa sangat perlu untuk mencoba meneliti memecahkan masalah
tersebut. Namun, hal ini yang ingin penulis telusuri yakni mengenai pentingnya
perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi para
siswa di Sekolah Alam Auliya Kendal.
B.
RUMUSAN MASALAH
Agar
pembahasannya teratur dan sistematis, maka perlu di rumuskan permasalahan.
Permasalahan yang menjadi fokus terbesar penulis adalah bagaimana peranan
perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa
di Sekolah Alam Auliya Kendal?
C.
TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka secara operasional,
tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: mengetahui peranan
perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa
di Sekolah Alam Auliya Kendal.
D.
KAJIAN PUSTAKA
Manshur Hidayat (3199114), dalam skripsinya
yang berjudul “Pengaruh Membaca Buku-Buku Agama Perpustakaan Terhadap Prestasi
Belajar PAI Siswa SMP N 1 Wirosari Grobogan”, menyebutkan bahwa ada pengaruh
positif antara minat baca buku pelajaran di perpustakaan dengan prestasi
belajar siswa. Kurangnya minat baca siswa dengan memanfaatkan buku-buku yang
ada di perpustakaan sedikit akan berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar
siswa. Sebaliknya dengan minat baca yang lebih pada perpustakaan, baik buku
umum maupun buku-buku pelajaran akan berpengaruh positif terhadap prestasi
belajar siswa. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa hendaknya setiap anak
didik diberikan suatu pembinaan atau bimbingan-bimbingan agar siswa gemar untuk
membaca, baik di rumah maupun di sekolah dengan memanfaatkan perpustakaan.
Untuk itu perlu diimbangi dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai
yang didukung dengan petugas perpustakaan yang cakap.[6]
Nurul Faizah (3102130), dalam
skripsinya yang berjudul “Studi Tentang Pengelolaan Perpustakaan Dan
Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu Madrasah di MTS Negeri Kendal”. Hasil dari
penelitian skripsinya bahwa setiap lembaga pendidikan khususnya sekolah dan
madrasah harus memiliki perpustakaan. Hal ini mengingat pentingnya perpustakaan
sampai diibaratkan sebagai “jantung pendidikan” dan mempunyai peranan yang
penting dalam proses belajar mengajar. Secara keseluruhan keadaan perpustakaan
MTS Negeri Kendal sudah meraih standar perpustakaan yang baik. Akan tetapi ada
beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam pengembangannya. Di sini pentingnya
penekanan pada pengelolaan perpustakaan dalam rangka peningkatan mutu madrasah,
di antaranya melalui penyediaan tenaga pengelola yang professional di bidang
ilmu perpustakaan (pustakawan) penyediaan bahan pustaka yang lengkap dan
layanan peminjaman yang memadai dan memuaskan bagi pengunjung.[7]
Rodhoatul Khomsyah (3101016), dalam
skripsinya yang berjudul,“Pengaruh Perpustakaan Sekolah Terhadap peningkatan
Prestasi Belajar PAI di MAN Kendal”. Menyebutkan bahwa keberadaan perpustakaan
mempunyai peran besar dalam keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran.
Prestasi belajar PAI siswa meningkat karena siswa rajin membaca buku di
perpustakaan. Disebutkan juga perpustakaan sebagai sumber belajar harus
menyediakan koleksi bahan pustaka, layanan peminjaman, serta layanan
administrasi. Koleksi bahan pustaka yang lengkap membantu para siswa untuk
lebih mendalami apa yang telah mereka pelajari di dalam kelas.[8]
Dari kajian pustaka di atas,
penelitian yang akan penulis lakukan berbeda oleh peneliti sebelumnya. Ketiga
penelitian sebelumnya lebih memfokuskan pada pengaruh perpustakaan sekolah
terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan mutu madrasah.
Sedangkan dari penelitian ini lebih memfokuskan pada peranan perpustakaan
terhadap peningkatan literasi informasi bagi siswa dengan mengambil lokasi di
Sekolah Alam Auliya Kendal.
E.
METODE PENELITIAN
1.
Objek Penelitian
Lokasi
penelitian mengenai peranan perpustakaan sekolah bertempat di Sekolah Alam Auliya
Kendal Jawa Tengah
2.
Jenis dan Sumber Data
a.
Jenis Penelitian
Ditinjau metodologis, penelitian ini merupakan jenis penelitian
kualitatif deskriptif untuk mengetahui peranan perpustakaan sekolah dalam
meningkatkan kemampuan literasi informasi di Sekolah Alam Auliya Kendal. Adapun
yang dimaksud kualitatif yaitu penelitian-penelitian yang temuan-temuannya
tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.[9]
Data yang berasal dari naskah, wawancara, catatan, lapangan, dokumen dan
sebagainya dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap
kenyataan atau realitas.[10]
b.
Sumber Data
Ø Data Primer
Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat
diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan
menurut Lofland bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah
kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang
diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti
menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi lansung tentang perpustakaan
sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal yaitu dengan cara wawancara dengan kepala
sekolah, kepala perpustakaan, guru/petugas perpustakaan, tata usaha
perpustakaan di Sekolah Alam Auliya Kendal.
Ø Data sekunder
Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber
bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat pribadi,
buku harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen-dokumen resmi dari
berbagai instansi pemerintah. Data sekunder juga dapat berupa majalah, buletin,
publikasi dari berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi
seperti kementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, studi
histories, dan sebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk
memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui
wawancara langsung dengan kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru/petugas
perpustakaan, tata usaha perpustakaan di Sekolah Alam Auliya Kendal.
3.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk
memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan berbagai metode
sebagai berikut :
a.
Wawancara
atau interview
Interview yaitu
percakapan dengan maksud tertentu dilakukan dengan mengajukan pertanyaan oleh
pewawancara untuk di beri jawabannya oleh yang diwawancarai.[11]
Penelitian ini yang akan di wawancarai yaitu kepala sekolah, kepala
perpustakaan, guru/petugas perpustakaan, tata usaha perpustakaan. Untuk
memperoleh data yang berkaitan dengan keadaan umum perpustakaan sekolah untuk
meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi siswa di Sekolah Alam Auliya
Kendal.
b.
Dokumentasi
Dokumentasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk
mencari data-data autentik yang bersifat dokumenter, baik data itu berupa
catatan harian, transkip, agenda, program kerja, arsip, memori.[12]
Sumber dokumentasi ialah sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen
resmi, pribadi dan tidak resmi, dengan melihat dokumen-dokumen yang ada di
Sekolah Alam Auliya Kendal. Peneliti dapat memperoleh informasi jumlah petugas
perpustakaan, buku-buku, rak, meja, kursi, tata tertib di perpustakaan, serta
kegiatan yang bersifat dokumen sebagai bukti penguat penelitian.
c.
Metode
observasi (pengamatan)
Mengamati yaitu menatap kejadian, gerak atau proses dari objek.
Metode observasi merupakan studi yang
disengaja atau sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala dengan
jalan pengamatan dan pencatatan. Penelitian ini penulis mengobservasi tentang
hal-hal mengenai kepustakaan dan letak geografis dari perpustakaan di Sekolah
Alam Auliya Kendal.
4.
Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses
mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan ide yang
disarankan oleh data.[13]
Analisis data dalam penelitian kualitatif,
dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai
pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis
terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah
dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai
tahap tertentu sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Miles and
Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan
secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga
datanya sudah jenuh. Aktivitas
dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion
drawing/verification.[14]
Tiga langkah meliputi:
a.
Data reduction (Reduksi data)
Reduksi data
berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang
penting, kemudian dicari tema dan polanya. Reduksi data dimaksudkan untuk
menentukan data ulang sesuai dengan permasalahan yang akan penulis teliti,
dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih
jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
Disini data mengenai perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya Kendal yang
diperoleh dan terkumpul, baik dari hasil penelitian lapangan/kepustakaan
kemudian dibuat rangkuman.
b. Data
display (Penyajian data)
Penyajian data adalah suatu cara
merangkai data dalam suatu organisasi yang memudahkan untuk membuat kesimpulan
atau tindakan yang diusulkan.[15]
Sajian data dimaksudkan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan
penelitian tentang perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya
Kendal. Artinya data yang telah dirangkum
tadi kemudian dipilih. Sekiranya data mana yang diperlukan untuk penulisan
laporan penelitian.
c. Conclusion
drawing/verification
Langkah ketiga yaitu penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan ini akan diikuti dengan bukti-bukti yang
di peroleh ketika penelitian dilapangan. Verifikasi data dimaksudkan untuk
penentuan data akhir dari keseluruhan proses tahapan analisis, sehingga
keseluruhan permasalahan mengenai perpustakaan sekolah di Sekolah Alam Auliya
Kendal dapat dijawab sesuai dengan
kategori data dan permasalahannya.
[1] Undang-Undang
Tentang Perpsutakaan nomor 43 tahun 2007
[3] Ibrahim
Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara,
2011), hlm. 5
[4]Dady P.
Rachmananta, dkk, Pedoman Perpustakaan Sekolah IFLA/UNESCO, (Jakarta :
IFLA, 2006), hlm. 33
[5] Modul perkuliahan
oleh Bapak dosen Miswan, SIP, M.Ag
[6] Manshur
Hidayat (3199114), “Pengaruh Membaca Buku-Buku Agama Perpustakaan Terhadap
Prestasi Belajar PAI Siswa SMP N 1 Wirosari Grobogan”, (Semarang: Fakultas
Tarbiyah IAIN Walisongo, 2004)
[7] Nurul Faizah (3102130), “Studi Tentang
Pengelolaan Perpustakaan Dan Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu Madrasah di
MTS Negeri Kendal”, (Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Semarang, 2007)
[8] Rodhoatul Khomsyah (3101016),
“Pengaruh Pengelolaan Perpustakaan Dan Implikasinya Dalam Peningkatan Mutu
Madrasah di MTs Negeri Kendal”, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Semarang 2006).
[9] Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar
Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), cet. I, hlm. 4.
[10] Sudarto, Penelitian Filsafat, (Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 66.
[11] Lexy, Y. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda
Karya, 2002), hlm. 135
[12] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,
(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), hlm. 231
[13] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,...hlm.
231
[14] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2010), hlm. 336 – 337
Tidak ada komentar:
Posting Komentar